Februari 04, 2009

Pemberantasan Buta Aksara Indonesia Jadi Model Dunia

Negara-negara Asia dan Pasifik mengusulkan model pemberantasan buta aksara di Indonesia menjadi model internasional dan disosialisasikan ke seluruh negara yang masih besar jumlah buta aksaranya. Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas Ace Suryadi menyampaikannya dalam peringatan Hari Aksara ke-14, di Jakarta, Selasa (5/9).


Menurutnya, Indonesia sudah menyampaikan model pendidikan keaksaraan ini dalam seminar di Pakistan, Mei lalu. ”Model-model pendidikan keaksaraan yang diterapkan di Indonesia memang belum ada di negara mana pun. Salah satu model yang diterapkan adalah KKN tematik yang dilakukan oleh para mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan menggunakan bahasa ibu,’’ujarnya.Ada pula model yang diterapkan di Bondowoso dan Bekasi. Pendekatan Kabupaten Bondowoso ini dengan mengerahkan aparat terkait di wilayah tersebut. Model inilah yang kemudian dijadikan dasar Inpres No 5/2005 oleh Presiden.Isinya, antara lain, menginstruksikan seluruh menteri terkait, gubernur, bupati/wali kota, bahkan sampai ke tingkat RT/RW untuk menggalakkan pemberantasan buta aksara ini.


Standar KompetensiAda juga model horizontal bekerja sama dengan lembaga sosial masyarakat (LSM), seperti Kowani, Fatayat NU, Aisyiah Muhammadiyah, dan sejenisnya. Selain itu, ada metode Mikro juga tergolong efektif, yaitu model iqro huruf latin. Ace mengatakan kegiatan melek huruf ini bukan sekadar bisa baca tulis. Akan tetapi, juga sampai kepada memahami bacaan tersebut dan menuangkan gagasan-gagasannya baik lisan maupun tertulis. Untuk itu, pihaknya sudah mengeluarkan standar kompetensi keaksaraan (SKK).Sementara itu, Direktur Pendidikan Masyarakat (Dikmas) PLS Depdiknas Sudjarwo mengatakan ketika republik baru merdeka, 97 persen penduduk usia 15 tahun ke atas menyandang buta aksara.


Pada 2005, angkanya turun menjadi 9,55 persen atau 14.595.088 orang untuk 15 tahun ke atas. Pada semester pertama 2006 turun menjadi 8,36 persen atau 13.182.492 orang. Dua per tiga dari angkat tersebut disandang oleh kaum wanita.Peringatan Hari Aksara Internasional yang jatuh pada 8 September mendatang dipusatkan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono akan berangkat ke AS pada 18 September mendatang untuk memperkenalkan model-model pemberantasan buta aksara di Indonesia ke seluruh dunia. Pertemuan sembilan ibu negara itu; RRC, India, AS, Pakistan, Bangladesh, Meksiko dll, membahas pemberantasan keaksaraan di negara masing-masing.(sumber: Sinar Harapan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Album Foto PBA UGM
Free Photo Albums by Bravenet.com
Buku Tamu PBA UGM
Free Guestbooks by Bravenet.com

ShoutMix chat widget
Free Calendar from Bravenet.com Free Calendar from Bravenet.com