Juli 13, 2009

PBA UGM Selenggarakan PInK

Program PBA yang ditawarkan oleh Universitas Gadjah Mada untuk mempercepat penurunan angka buta aksara bagi penduduk usia produktif 15—44 tahun menjadi 5 % di tahun 2009 yaitu melalui program “Sinergi dan Optimalisasi Perguruan Tinggi dalam Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Keaksaraan” Hal ini didasarkan pada hasil-hasil yang telah diperoleh. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan program sebelumnya. Mahasiswa yang mengikuti program ini tinggal dan hidup di wilayah warga buta aksara. Hampir di semua lokasi, kehadiran mahasiswa sebagai tutor PBA terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar para peserta program atau Warga Belajar. Disamping itu pelibatan warga sekitar WB sebagai Tutor Lokal juga akan dioptimalkan sebagai bentuk empati, pemberdayaan masyarakat, dan keberlajutan program (sustainable).

Program PBA yang akan dilaksanakan pada tahun 2009 adalah program PBA Tingkat Keaksaraan Dasar dengan Tema “Sinergi dan Optimalisasi Perguruan Tinggi dalam Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Keaksaraan” mengacu pada Tema Pokok “Inovasi Keaksaraan Untuk Pemberdayaan”. Mengacu pada tema pokok tersebut PBA UGM pada tahun 2009 ini menyelenggarakan Program Inovasi Keaksaraan (PInK).

Inovasi yang diusung untuk pelaksanaan Program PBA di tahun 2009 adalah upaya untuk memperluas akses pendidikan keaksaraan bagi peserta didik yang tersulit, tersebar, dan berpencar atau mempunyai keterbatasan geografis, sosial, budaya, dan bahasa dengan cara 1) memperluas kepesertaan Pelaksana PBA yang tidak hanya terbatas diikuti oleh mahasiswa yang ber KKN PPM PBA dan mantan mahasiswa KKN PPM Program PBA tetapi merambah pada pelibatan Alumni (Fresh Graduate) dan juga Mahasiswa pada umumnya. Keikutsertaan Alumni (Fresh Graduate) dimaksudkan tidak hanya memberi kesempatan para alumni untuk aktualisasi keilmuan dan penguatan keilmuan menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan selama alumni belum atau menunggu diterima bekerja sesuai dengan bidangnya. Mahasiswa pada umumnya dilibatkan sebagai bentuk empati atas permasalahan yang ada di masyarakat. 2). Penerapan metode pembeIajaran yang dekat dengan potensi SDM maupun SDA yang ada di sekitar warga belajar, contoh pembelajaran berhitung dengan menggunakan metode “konjurang (kartu operasi penjumlahan dan pengurangan) dan pembelajaran komprehensif calistungsi dengan menggunakan metode “domino”, dll.. 3) Optimalisasi peran mahasiswa sebagai tutor dan pendamping tutor keaksaraan yang berfungsi sebagai motivator, dinamisator, kontrol mutu pembelajaran sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran, 4) Pelibatan masyarakat setempat sebagai tutor keaksaraan sebagai bentuk empati yang keberadaannya meningkatkan kuantitas peserta pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Album Foto PBA UGM
Free Photo Albums by Bravenet.com
Buku Tamu PBA UGM
Free Guestbooks by Bravenet.com

ShoutMix chat widget
Free Calendar from Bravenet.com Free Calendar from Bravenet.com